PUJAKESUMA SUMSEL

Paguyuban IKBP

Paguyuban IKBP

Peringati Milad ke-356 Tahun , Fun Bike Kesultanan Palembang Darussalam Bersama Pujakesuma Sumsel Berlangsung Meriah

Palembang (06/03/2022): Dalam rangka memperingati milad ke-356 tahun Kesultanan Palembang Darussalam (KPD), KPD berkerjasama dengan Pimpinan Wilayah (PW) Paguyuban Keluarga Besar Pujakesuma Sumatera Selatan menggelar Fun Bike di halaman kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Minggu (6/3). Kegiatan Fun Bike berlangsung meriah tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai hadiah menarik serta hiburan dan tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes). Hadir diantaranya Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R M Fauwaz Diradja SH Mkn, Ketua Harian Pimpinan Wilayah (PW) Paguyuban Putera Jawa Kelahiran Sumatera Selatan (Pujakusuma) Sumatera Selatan (Sumsel) Hernoe Roesprijadji, Sejarawan Sumsel, DR (CAN) sejarawan Palembang Kemas Ari Panji, budayawan Palembang Vebri Al Lintani, , Sejarawan Sumsel Dedi Irwanto, Ketua Bang Japar Sumsel Iskandar Sabeni SE, SH, R.M.Rasyid Tohir,S.H Dato’ Pangeran Nato Rasyid Tohir, Pangeran Jayo Syarif Lukman , Ketua Komunitas Jeep Pariwisata Palembang (KJPP) Ersan Benyamin, tokoh pemuda Palembang Heri Mastari , Perwakilan dari Forwida Sumsel dan AGSI Sumsel dan para komunitas sepeda yang berasal Palembang dan luar Palembang. Rute Fun Bike dimulai dari halaman Kantor DPRD Sumsel menuju Jalan Angkatan 45, Jalan Demang Lebar Daun hingga ke Komplek Pemakaman Sultan Muhammad Mansyur dii Kawasan Kebon Gede, 32 Ilir Palembang dan kembali ke halaman DPRD Sumsel. Sultan Palembang Darussalam, Sultan Muhmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo RM Fauwaz Diradja SH Mkn ,mengapresiasi FUN Bike ini yang diikuti masyarakat Palembang dan Sumsel. “Karena itulah kita memeriahkan bersama-sama kegiatan ini,” katanya. SMB IV menegaskan apapun suku bangsa yang ada di Palembang, kalau sudah berada dan tinggal di Palembang mereka adalah semuanya orang Palembang. “Dalam kegiatan Fun Bike ini juga kita masukkan nilai-nilai sejarah dan budayanya , jadi disinilah kita bersama-sama mengembangkan sejarah dan budaya bukan hanya dari mata pelajaran sejarah saja tapi segala aktivitas kita bisa dinikmati dengan nilai budaya dan sejarah,” katanya sembari mengatakan , sebanyak 40 komunitas sepeda mengikuti Fun Bike ini. SMB IV mengapresiasi tokoh Pujakusuma Hernoe Roesprijadji yang peduli akan sejarah, budaya Palembang. Tidak hanya pada peringatan hari ulang tahun Kesultanan Palembang pada hari ini, Hernoe Roesprijadji telah banyak terlibat dalam kegiatan Kesultanan Palembang. Ketua Harian Pimpinan Wilayah (PW) Paguyuban Putera Jawa Kelahiran Sumatera Selatan (Pujakusuma) Sumsel , Hernoe Roesprijadji menjelaskan Palembang Darussalam, penduduknya berasal dari berbagai suku termasuk suku Jawa, dan bersatu padu membangun Palembang. Sebagai warga yang asal usul dari pulau Jawa ini, dirinya merasa bangga dengan Kesultanan Palembang Darussalam, Kenapa ia tertarik dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, karena selain bersifat berolahraga, kita mengajak masyarakat dan komunitas sepeda, agar tetap memelihara warisan budaya. “Jangan sampai melupakan sejarah, warisan budaya, itulah kenapa saya ikut berpartisipasi dalam milad Kesultanan Palembang Darussalam yang ke 356 ini,” katanya. Disela-sela Fun Bike SMB IV bersama sejumlah komunitas sepeda sempat berziarah ke Komplek Pemakaman Sultan Muhamamd Mansyur. (atmago.com)

Paguyuban IKBP

Gubernur Sumsel dan Sri Sultan Hamengkubuwono X hadiri Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk di Banyuasin

Banyuasin (20/03/2019): Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru (HD) bersama dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X menghadiri Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk yang diselenggarkan oleh Paguyuban Keluarga Besar Pujakesuma Sumsel di kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin, Rabu 20 Maret 2019 malam hingga dini hari. Dalam sambutannya, HD menegaskan, wayang kulit merupakan salah satu kesenian asli Indonesia yang wajib dilestarikan dan dipertahankan sebagai budaya kearifan lokal. Selain itu kesenian warisan para leluhur dari pulau jawa tersebut juga merupakan ajang silaturahmi bagi masyarakat keturunan jawa yang ada diperantuan khususnya yang ada dipulau Sumatera yang hampir merata masyarakat adalah suku jawa. “Kita malam ini menggelar wayang kulit. Begitu juga Sri Sultan Hamengkubuwono X, walaupun datang dari jauh tapi hati kita tetap tersambung. Kita sangat menghormati beliau sebagai Raja Jawa dan kita bangga beliau hadir ditempat kita. Kita ucapkan selamat datang pada Sri Sultan Hamengkubuwono X beserta Istri,” tegas Herman Deru. Lebih lanjut Herman Deru mengajak masyarakat Tanjung Lago dan sekitarnya untuk berdoa kepada Allah SWT. Supaya apa yang diinginkan masyarakat dapat terwujud dan khususnya bagi Sumsel kedepannya dapat lebih maju lagi. “Kegembiraan kita malam ini harus kita pertahankan, dan mudah-mudahan pertemuan ini dapat mempererat silaturahmi diantara kita sehingga tidak terpisahkan,” tambahnya.Gubernur dikesempatan mengajak agar kearifan lokal sebagai warisan budaya leluhur harus tetap dijaga sebagai benteng, jangan sampai tergerus zaman akibat dari derasnya masuk budaya asing. “Wayangan Ini tidak lain untuk menajaga kearifan lokal. Selain itu wayangan ini juga untuk memberi pengetahuan khususnya kepada anak-anak kita, agar budaya asli Indonesia ini tidak hilang ditelan derasnya budaya global,” katanya. Sementara itu Bupati Kabupaten Banyuasin Askolani dalam pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Manteb Darsono itu menyatakan bahwa ada rasa kebanggaan tersendiri bagi warga Banyuasin atas hadirnya Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Sri Sultan beserta istri di tengah masyarakat Banyuasin. “Malam hari ini, sungguh kehromatan dan kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Banyuasin karena kedatangan Raja dari Daerah Istimewa Jogyakarta beserta istri.  Harapan kami kahadiran beliau membawa berkah bagi Kabupaten Banyuasin,” katanya sembari menyampaikan secara sekilas kondisi geografis Kabupaten Banyusian yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Musi Banyuasin yang berusia 17 tahun, memiliki beragam suku, budaya dan agama. Sementara itu  Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X menyampaikan, dirinya sengaja datang ke Banyuasin Sumatera Selatan untuk menyapa masyarakat dalam acara pagelaran wayang kulit. “Kebetulan saya sudah ada dari pagi tadi di Sumatera Selatan ini. Untuk menghadiri berbagai acara di Palembang. Kami sengaja datang malam ini ingin menyaksikan pagelaran wayang kulit bersama masyarakat sini,” ucap Sultan. Dia meminta, pertunjukan wayang ini agar membawa hubungan yang baik selain itu dapat membawa pemahanan, pesan, sehingga membuat damai dan rukun bagi masyarakat sekitar. “Saya minta pagelaran wayang kulit ini membawa manfaat yang baik. Mari kita saksikan pageleran wayang kulit. Semoga masyarakat rukun dan daerah ini bisa lebih  maju,” tandasnya.

Scroll to Top