Peringati Milad ke-356 Tahun , Fun Bike Kesultanan Palembang Darussalam…
Palembang (06/03/2022): Dalam rangka memperingati milad ke-356 tahun Kesultanan Palembang…
Pujakesuma hadir sebagai wadah untuk mempererat persaudaraan, membangun kepedulian sosial, dan bersama-sama memberikan kontribusi bagi anggota, daerah dan bangsa.

Hadiri Pementasan Jaranan Campursari, Ini Pesan Ketua PKB Pujakesuma Sumsel: Lestarikan Seni Budaya Jawa di Bumi Sriwijaya Palembang, 11 Oktober...

Palembang (1 Oktober 2026) – Musim kemarau panjang yang belum berakhir mengakibatkan sebagian warga Kota Palembang mengalami krisis air bersih....
Bahasa, Kekuasaan dan...
Diskontinuitas Peradaban, Kesunyian...
EKOTEOLOGI: DARI KESALEHAN...
Palembang (06/03/2022): Dalam rangka memperingati milad ke-356 tahun Kesultanan Palembang…
Palembang (30/10/2021): Tim yang terdiri dari Paguyuban Keluarga Besar Putera…
Banyuasin (20/03/2019): Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru (HD) bersama…
Bahasa, Kekuasaan dan Politik Pengaburan dalam Bencana Ekologis Sejak pertengahan Agustus 2026 (Karhutlah Kompas.id) sampai bulan ini belum kunjung mereda. Asap di Seluruh Kota Palembang dan sekitar sudah sangat pekat dan berbagai berita sudah menginformasikan penyakit ispa merajalela dan tidak sedikit meninggal (Hardiansyah 40 Thn) akibat asap tebal ini. Apa yang menyebakan asap berbulan-bulan ini tidak kunjung reda? Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla Saya sendiri tidak...
Diskontinuitas Peradaban, Kesunyian Epigrafis dan Politik Warisan Identitas di Sumatera Selatan Jika historiografi Jawa dibaca secara panjang tampak adanya pola kontinuitas dan pewarisan memori politik dari satu pusat kekuasaan ke pusat kekuasaan berikutnya. Namun, kontinuitas tersebut tidak boleh dipahami sebagai garis lurus tanpa putus. Ia lebih tepat dipahami sebagai proses pewarisan simbol, legitimasi, genealogis, institusi dan ingatan politik yang terus-menerus ditafsirkan kembali oleh penguasa pada zaman berikutnya. dalam...
EKOTEOLOGI: DARI KESALEHAN RITUAL MENUJU KESALEHAN EKOLOGIS Latar Belakang Indonesia adalah negara paling religius sekaligus salah satu negara dengan laju kerusakan ekologis tercepat. Kita rajin ke masjid, gereja, pura, dan vihara, tapi juga membuang sampah ke sungai. Paradoks ini menunjukkan ada jurang antara kesalehan ritual dan kesalehan ekologis. Krisis di Sumatera Selatan adalah cerminnya: setiap tahun Palembang dilanda banjir karena drainase tersumbat dan daerah resapan hilang, kabut asap...
Oleh: Mas_Aji Abstrak Migrasi orang Jawa ke Sumatera merupakan fenomena demografis terbesar di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan suku Jawa merupakan suku terbesar di Indonesia dengan 40,22% populasi nasional, dan 17,05% dari populasi Jawa tersebut berada di Pulau Sumatera. Di Sumatera, Pujakesuma (Putera Jawa Kelahiran Sumatera) hadir sebagai organisasi paguyuban yang mewadahi warga keturunan Jawa yang lahir dan tinggal di Sumatera. Organisasi ini berdiri sejak tahun 1980...
Keluarga besar Pujakesuma hadir melalui berbagai paguyuban yang menjadi ruang berkumpul, bersilaturahmi, dan berkegiatan di berbagai daerah.
Menjadi ruang untuk membangun silaturahmi dan memperkuat hubungan antarwarga masyarakat Jawa di berbagai daerah Indonesia.
Bersama menjaga nilai luhur, tradisi, seni, bahasa, dan budaya Jawa agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Mendorong kegiatan sosial dan kemanusiaan sebagai wujud kepedulian serta semangat gotong royong kepada masyarakat.
Mendorong seluruh anggota untuk berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa.
Dengan dukungan anggota dan paguyuban di berbagai daerah, kami terus membangun organisasi yang aktif, terbuka, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
https://pujakesumasumsel.jokiweb.com/wp-content/uploads/2026/08/Frame-1890165178.pdf
https://pujakesumasumsel.jokiweb.com/wp-content/uploads/2026/08/Frame-1890165178.pdf
